Foto Bupati Jember bersama pelajar SMPN 1 dan SMPN 2 Rambipuji. (Dok-Endang).
Jember, Radarargopuro.com - Bupati Jember Muhammad Fawait memanfaatkan apel siswa dalam program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di SMP Negeri 2 Rambipuji, Rabu (29/7), untuk menanamkan optimisme kepada pelajar. Di hadapan ratusan siswa, Gus Fawait menegaskan bahwa asal-usul bukanlah penentu kesuksesan.
Ia mengawali motivasinya dengan menceritakan perjalanan hidup sebagai anak desa di wilayah barat Kabupaten Jember.
Dari kampung, ia melanjutkan pendidikan hingga Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan akhirnya menyelesaikan program doktor di Universitas Airlangga.
"Anak desa memiliki kesempatan yang sama untuk masuk perguruan tinggi terbaik dan meraih cita-cita. Yang membedakan adalah kemauan belajar dan kerja keras," tegasnya.
Untuk membangkitkan semangat para siswa, Gus Fawait juga mengisahkan perjalanan karier politiknya, mulai menjadi anggota DPRD Jawa Timur termuda, ketua komisi termuda, ketua fraksi termuda, hingga kini dipercaya menjadi Bupati Jember termuda sepanjang sejarah kabupaten tersebut.
Menurutnya, setiap pelajar harus berani memiliki cita-cita sejak dini agar memiliki arah dalam belajar. Karena itu, ia berdialog langsung dengan sejumlah siswa yang bercita-cita menjadi hakim, perawat, tentara hingga berkarier di luar negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait memberi perhatian khusus terhadap persoalan pernikahan usia dini. Ia meminta siswa SMP tidak terburu-buru menjalin hubungan asmara, apalagi memutuskan menikah di usia sekolah.
Menurutnya, pernikahan dini masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting. Karena itu, remaja diminta menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu sebelum membangun rumah tangga.
"Pendidikan harus menjadi prioritas. Kalau ingin sukses, selesaikan sekolah, lanjut kuliah, baru memikirkan pernikahan ketika sudah siap secara mental, ekonomi, dan kesehatan," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Jember terus memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa bagi lulusan SMA, SMK, maupun MA.
Pemkab juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri agar semakin banyak putra-putri Jember memperoleh kesempatan kuliah bertaraf internasional.
Kepala SMP Negeri 2 Rambipuji, Drs. Sidiq Heri, menilai motivasi yang diberikan Bupati sangat berdampak bagi para siswa.
Selain membangkitkan semangat belajar, materi mengenai bahaya pernikahan dini juga memperkuat edukasi yang selama ini dilakukan sekolah.
"Anak-anak menjadi lebih termotivasi untuk memiliki cita-cita dan melanjutkan pendidikan. Pesan tentang pencegahan pernikahan dini juga sangat penting karena menjadi bagian dari pembinaan karakter dan masa depan siswa," katanya.
Pada kesempatan itu, Gus Fawait turut menyosialisasikan program prioritas Pemkab Jember, termasuk Home Care Jember. Layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah tersebut merupakan implementasi nyata Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan layanan kesehatan.
Program tersebut juga mendukung Asta Cita ke-6, yakni menghadirkan pelayanan hingga tingkat desa, memperluas pemerataan akses kesehatan, sekaligus mencegah masyarakat jatuh dalam kemiskinan akibat sakit. Menurut Gus Fawait, pembangunan daerah harus berjalan beriringan antara peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan agar mampu melahirkan generasi Jember yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Endang).
