Foto saat grand final pemilihan Gus dan Ning Jember 2026. (Dok-istimewa).
Jember, Radarargopuro.com - Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan ajang Pemilihan Gus dan Ning Jember 2026 bukan hanya seremoni tahunan atau kompetisi penampilan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diproyeksikan sebagai ruang pembinaan generasi muda yang diharapkan mampu menjadi representasi wajah baru Jember di berbagai sektor.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Jember Bobby Arie Sandy dalam malam Grand Final Gus dan Ning Jember 2026 di Alun-Alun Jember, Sabtu (13/6/2026) malam.
Menurut Bobby, peserta yang mengikuti ajang tersebut tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan komunikasi yang baik, tetapi juga harus menunjukkan kepemimpinan, kreativitas, serta kepedulian sosial terhadap daerah.
“Gus dan Ning Jember harus menjadi generasi muda yang mampu memberi pengaruh positif dan ikut terlibat dalam pembangunan daerah,” kata Bobby.
Ia menjelaskan, program Gus dan Ning Jember telah berlangsung sejak 1992 dan konsisten digelar setiap dua tahun sekali. Selama lebih dari tiga dekade, ajang itu disebut telah melahirkan banyak figur muda yang berkontribusi dalam promosi pariwisata, pelestarian budaya, hingga pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Jember.
Pemkab Jember, lanjut Bobby, menilai keberadaan generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas daerah. Apalagi, Jember dikenal memiliki keragaman budaya, seni, dan destinasi wisata yang menjadi kekuatan utama daerah di kawasan tapal kuda Jawa Timur.
“Jember memiliki potensi besar dan sering disebut sebagai miniatur Indonesia karena keberagamannya. Karena itu, para finalis diharapkan bisa menjadi duta yang memperkenalkan potensi tersebut secara lebih luas,” ujarnya.
Perjalanan menuju grand final tahun ini berlangsung cukup kompetitif. Proses seleksi dimulai sejak Februari 2026 dengan melibatkan sekitar 120 peserta dari berbagai kecamatan. Setelah melalui tahapan karantina dan penilaian, jumlah peserta disaring menjadi 50 besar hingga akhirnya terpilih 24 finalis terbaik yang terdiri dari 12 Gus dan 12 Ning.
Para finalis tersebut berasal dari perwakilan 31 kecamatan di Kabupaten Jember dan telah menjalani pembekalan terkait wawasan budaya, pariwisata, hingga pengembangan karakter kepemimpinan.
Pemkab Jember berharap para pemenang yang terpilih nantinya dapat menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah selama dua tahun ke depan, khususnya dalam mendukung promosi wisata, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan pemuda.
Bagi pemerintah daerah, ajang Gus dan Ning Jember kini dipandang bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan. (Endang).
