Foto Bupati Jember, Gus Fawait (kiri). (Dok-istimewa).
Jember, Radarargopuro.com - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada Triwulan I 2026 yang mencapai 6,35 persen menjadi sorotan. Selain menjadi yang tertinggi di kawasan Sekar Kijang, capaian tersebut juga melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional.
Di balik capaian itu, terdapat benang merah dengan kajian akademik Bupati Jember Muhammad Fawait yang baru menyelesaikan studi doktoralnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.
Dalam disertasinya berjudul “Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur”, Gus Fawait menekankan pentingnya efektivitas belanja pemerintah sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Penelitian tersebut menyoroti bahwa APBD tidak cukup hanya difokuskan pada belanja rutin, melainkan harus diarahkan untuk mendorong sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Pendekatan itu dinilai sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember selama beberapa waktu terakhir, terutama dalam penguatan sektor UMKM, pertanian, ketahanan pangan, hingga pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat.
Tidak hanya menekankan besaran anggaran, disertasi tersebut juga menyoroti pentingnya kecepatan dan efektivitas realisasi program pemerintah.
Menurut Gus Fawait, birokrasi yang efisien akan mempercepat perputaran ekonomi di tingkat akar rumput dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Jember sebesar 6,35 persen menempatkan daerah ini di posisi tertinggi di wilayah Sekar Kijang.
Banyuwangi berada di urutan kedua dengan 6,14 persen, disusul Lumajang 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,42 persen.
Capaian Jember juga berada di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang tercatat sebesar 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen.
Bagi Gus Fawait, capaian akademik tersebut bukan sekadar gelar pendidikan tinggi, melainkan pijakan untuk memperkuat kebijakan pembangunan daerah berbasis riset dan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga, termasuk menekan angka kemiskinan dan membuka lebih banyak kesempatan kerja di Kabupaten Jember, pungkasnya. (Endang).
