Foto warga desa Patemon saat komplain pelayanan desa yang lumpuh. (Dok-istimewa).
Jember, Radarargopuro.com - Rabu (18/02/2026), beberapa warga desa Patemon kecamatan Pakusari mengeluh terkait pelayanan Adminduk, pasalnya pelayanan kepengurusan Adminduk di desa lumpuh akibat pemerintah desa belum beli token listrik dan bayar biaya berlangganan jaringan WIFI.
Djoni Chairiyanto, Sekdes Patemon mengatakan bahwa lumpuhnya pelayanan Adminduk karena aliran listrik mati sebab belum ada anggaran untuk beli pulsa listrik dan bayar WIFI.
"Saat ini perangkat desa belum terima bayaran selama dua bulan, untuk tahun sebelumnya biasanya Pj Kades Siti Muslihatin yang menalangi kebutuhan biaya sebelum anggaran turun," ungkap Djoni, Sekdes Patemon, Rabu (18/02/2026).
Lanjut Djoni, sementara Pj Kades yang baru belum ngantor, sehingga ia mengaku bingung harus koordinasi dengan siapa, tanyanya.
"Tapi kami akan upayakan secepatnya mengatasi agar pelayanan ke masyarakat tidak lumpuh," jelasnya.
Sekdes Patemon juga mengatakan untuk sementara dalam sehari ini pemerintah desa belum bisa melayani kepengurusan Adminduk melalui aplikasi Lahbako.
"Saya sudah koordinasi dengan BPD, insyaAllah besok sudah lancar," pungkasnya.
Rahmat Ketua RW 08 dusun Krajan Selatan Desa Patemon mengaku kecewa dengan pelayanan pemerintah desa Patemon, sebab ia tidak bisa mengurus revisi KK untuk persyaratan umroh.
"Kalau pelayanan lumpuh ini bagaimana, sementara ada warga butuh pelayanan," tuturnya.
Rahmat meminta agar mengutamakan pelayanan masyarakat, dan pemimpin desa segera mengatasi persoalan ini, pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan Dwi Putri, warga dusun Krajan Timur, ia jauh - jauh dari Bali izin mumpung libur kerja untuk mengurus persyaratan nikah, namun ternyata pulsa listrik mati dan tidak ada pelayanan.
"Padahal nanti rencananya mau balik ke Bali untuk kerja," ucapnya.
Dwi berharap agar pemerintah desa Patemon segera mengisi token listrik dan WIFI agar pelayanan berjalan lancar.
Sementara Mujiono, Pj Kades Patemon saat di temui di kantor kecamatan Pakusari mengaku tidak bisa statemen terkait lumpuhnya pelayanan Adminduk di kantor desa Patemon sebab ia masih belum ke kantor desa.
"Saya baru tahu hari ini kalau listrik dan WIFI mati," ungkapnya, Rabu (18/02/2026).
Rifandi, Camat Pakusari menegaskan bahwa pelayanan Adminduk merupakan pelayanan utama yang harus pemerintah desa laksanakan.
"Kami akan segera perintahkan Pj Kades untuk segera menindaklanjuti temuan ini," pungkas Rifandi, Rabu (18/02/2026), di aula kecamatan Pakusari.
Sementara Titin, Wakil Ketua BPD Patemon mengaku kecewa dengan lumpuhnya pelayanan Adminduk di kantor desa Patemon.
"Sebelumnya pelayanan Adminduk di desa Patemon tidak pernah lumpuh meski anggaran belum cair," ungkapnya, di kantor desa Patemon (18/02/2026).
Titin juga menyampaikanmenyampaikan bahwa Pj yang dulu memiliki kebijakan untuk membiayai kebutuhan pemerintah desa seperti penanganan bencana dan lain lain, meski anggaran belum turun.
"Saya tidak bisa menekan perangkat desa untuk membiayai pembelian pulsa listrik dan bayar langganan WIFI, sebab mereka belum gajian dan mereka menghadapi bulan puasa yang kebutuhannya cukup banyak," ungkapnya.
Titin juga mengatakan bahwa yang membuat sangat kecewa yakni terkait Pj Kades yang sudah terlantik Selasa (10/02/2026), namun Pj Kades masih belum ngantor di balai desa.
"Padahal kami dan rekan BPD sudah stand by di kantor desa sejak Selasa hingga Jum'at (13/02/2026)," tegasnya.
Titin mengaku kasihan melihat warganya harus bolak - balik dari rumah ke kantor desa untuk mengurus Adminduk akibat pelayanan lumpuh.
"Saat ini pun kami menunggu kedatangan Pj Kades untuk melakukan koordinasi agar masyarakat tidak kecewa," tuturnya.
Titin berharap pemerintah desa Patemon memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya. (Red).
