Foto Menteri pendidikan dasar dan menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Dr Abdul Mu'ti (tengah) saat peresmian revitalisasi satuan pendidikan 2025 se - Jember di SMPN 1 Balung. (Dok-istimewa).
Jember, Radarargopuro.com - Sabtu 21/02/2026), Menteri pendidikan dasar dan menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Dr Abdul Mu'ti meresmikan revitalisasi satuan pendidikan 2025 se - kabupaten Jember di SMPN 1 Balung, Jember.
Prof Dr Abdul Mu'ti MEd, mengapresiasi pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan 2025 di Jember sukses seratus persen dan menjadi sarana pendukung pembelajaran berkualitas.
"Secara nasional, anggaran revitalisasi satuan pendidikan mencapai 16,9 triliun Rupiah," ucapnya.
Menteri Abdul Mu'ti juga menerangkan bahwa jajarannya juga sudah mendistribusikan 286.680 Interactive Flat Pannel (IFP), satu sekolah satu IFP.
"Mudah - mudahan IFP bisa sekolah gunakan," ungkapnya.
Abdul Mu'ti juga menambahkan, pendistribusian IFP merupakan paket 4 in 1, yakni panel IFP digital, pelatihan guru, hard disc dan laptop.
"Semua yang pemerintah berikan merupakan bukti komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Asta Cita Presiden keempat, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," terangnya, saat sambutan peresmian revitalisasi satuan pendidikan di SMPN 1 Balung, Sabtu (21/02/2026).
Lanjut Abdul Mu'ti, Kemendikdasmen juga terus berusaha meningkatkan kualitas dan kualifikasi para guruguru, sehingga tahun 2025 lalu pihaknya memberikan bantuan bagi guru yang belum menyandang program D4 atau S1S1 dengan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk 12,5 ribu guru di Indonesia.
"Dan sekarang angkatan pertama sudah memasuki semester kedua," jelasnya.
Sementara Bupati Jember, H Muhammad Fawait SE MSc mengapresiasi program revitalisasi satuan pendidikan Kemendikdasmen RI di wilayah kabupaten Jember.
Menurut pria yang kerap dengan sapaan Gus Fawait, dengan adanya program revitalisasi, ia berharap bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan Indek Pembangunan Manusia (IPM) lebih baik serta berujung secara jangka panjang bisa mengentaskan kemiskinan.
"Mudah - mudah kemiskinan di Jember, utamanya kemiskinan ekstrem bisa berkurang," tegas Gus Fawait, Sabtu (21/02/2026), di halaman SMPN 1 Balung Jember, saat peresmian revitalisasi satuan pendidikan se - kabupaten di SMPN 1 Balung.
Lanjut Gus Fawait, Jember merupakan wilayah yang memiliki jumlah penduduk terbanyak ketiga se Jawa Timur dan angka kemiskinan terbanyak kedua se Jawa Timur.
"Sejajar arahan Presiden Prabowo Subianto, kemiskinan ekstrem harus segera pemerintah entaskan," ucapnya.
Gus Fawait juga mengatakan bahwa berdasarkan data yang ia terima saat awal memimpin Jember, data IPM dan gedung sekolah rusak di Jember tidak baik - baik saja.
"Pada waktu itu ada 1532 gedung sekolah rusak berat di kabupaten Jember, bahkan ada yang roboh," ungkap Gus Fawait.
Fawait juga mengungkapkan bahwa dengan banyaknya gedung sekolah rusak berat dan gedung sekolah rusak ringan serta sedang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar Pemkab Jember dan tidak mungkin bisa terselesaikan hanya mengandalkan APBD kabupaten.
"Selanjutnya kami melaporkan kondisi gedung sekolah di Jember ke Menteri Pendidikan yang sangat hebat dan lapor ke Presiden Prabowo Subianto yang sangat konsen pengentasan kemiskinan, utamanya lewat pendidikan dan Alhamdulillah tahun 2025 kabupaten Jember mendapatkan alokasi program revitalisasi satuan pendidikan terbesar dalam sejarah Indonesia. Kami sangat bersyukur Jember mendapatkan alokasi besar dari program revitalisasi satuan terbesar dari Presiden Prabowo dan Mentri Prof Dr Abdul Mu'ti MEd," tuturnya.
Lanjut Gus Fawait, tahun 2026 ia juga masih akan mengajukan kembali revitalisasi 300 gedung sekolah rusak berat, dan ia pasrahkan pengajuan revitalisasi gedung sekolah rusak ke Mendikdasmen RI. (Red).
