Foto gas melon bersubsidi yang mulai langka keberadaannya. (Dok-istimewa).
Jember, Radarargopuro.com - Sulton Wahyudi (46), warga jalan Tawangmangu kelurahan Tegalgede kecamatan Sumbersari keluhkan kelangkaan gas melon alias LPG bersubsidi yang mulai langka di pasaran, Jum'at (20/02/2026).
Sulton berharap pihak berwenang melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) untuk menginvestigasi kenapa LPG 3 Kg bersubsidi mengalami kelangkaan, sehingga tidak menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat.
"Sudah sejak awal Februari 2026 hingga sekarang masuk bulan Ramadan, keberadaan gas LPG melon 3 Kg langka pak," ungkap Sulton, di halaman kantor DPRD Jember, Jum'at (20/02/2026).
Lanjut Sulton, ia mencari gas melon dari daerah Pagah, pasar Kreyongan hingga di kelurahan Slawu kecamatan Patrang dan akhirnya menemukan gas melon subsidi di belakang pertokoan Matahari, Kaliwates.
"Namun kami beli dengan harga 25 ribu Rupiah per tabung, padahal biasanya hanya 20 ribu Rupiah," ucapnya.
Sulton juga menambahkan, dengan kelangkaan gas melon, ia dan keluarganya terpaksa membeli makanan siap saji, sebab tidak bisa memasak, terlebih saat buka puasa dan sahur.
"Dengan membeli makanan siap saji, pengeluaran kita makin besar, tidak bisa irit," tuturnya.
Sulton juga mengeluhkan terkait perekonomian yang semakin lesu, ia juga mengaku terpaksa berhenti jualan kopi di sekitar alun - alun Jember sebab gas melon langka.
"Kami berharap kelangkaan gas melon segera teratasi, jangan sampai ekonomi susah malah bertambah keberadaan gas melon langka," tegasnya.
Sulton juga mendesak pemerintah melakukan Sidak, untuk meminimalisir aksi kejahatan, pungkasnya. (Red).
