Foto saat PSC memaparkan hasil penelitiannya. (Dok-Red).
Jember, Radarargopuro.com - Sabtu (08/08/2026), Ahmad Deni Rofiqi, peneliti utama lembaga penelitian PAR Strategy Center (PSC) menilai ada lima masalah utama di perkotaan Jember yang perlu menjadi prioritas kebijakan pemerintah. Penilaian tersebut ia peroleh setelah melakukan survei persepsi dan prioritas masalah masyarakat perkotaan kabupaten Jember 2026 sejak 15 Mei hingga 30 Juni 2026 dengan melibatkan 187 responden yang berdomisili di wilayah kecamatan Patrang, Kaliwates dan Sumbersari.
"Kehadiran PAR Strategy center bertujuan untuk membuka partisipasi publik dan menghadirkan sistem survei dengan sistem keterbukaan. Kita juga mendorong evidence based policy, yaitu penyusunan kebijakan publik berdasarkan data," ungkap Ahmad Deni Rofiqi, di Pecel Kediri Bu Tukemi jalan Tawang Mangu kelurahan Antirogo kecamatan Sumbersari, Sabtu (08/08/2026).
Lanjut Deni, ada lima persoalan utama yang ia nilai sangat mendesak oleh masyarakat perkotaan di kabupaten Jember, yakni kemacetan, banjir, pengelolaan sampah, stabilitas harga kebutuhan pokok dan keamanan. "Kami juga memiliki lima rekomendasi strategis sebagai arah kebijakan membangun perkotaan di kabupaten Jember," ucapnya.
"Yakni pada aspek mobilitas perkotaan, resiko banjir, pengelolaan sampah, sektor ekonomi, dan aspek keamanan lingkungan," paparnya.
Deni juga mengatakan, dengan adanya survei ini, masyarakat tidak lagi melihat persoalan perkotaan sebagai isu yang berdiri sendiri. "Kemacetan, banjir, sampah, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga keamanan saling berkaitan dan membutuhkan kebijakan yang terintegrasi," terangnya.
"PSC juga melakukan analisis kontekstual menggunakan data sekunder untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat. Analisis tersebut menunjukkan bahwa meningkatnya aktivitas ekonomi, pertumbuhan kawasan perdagangan, mobilitas masyarakat, serta berkembangnya sektor informal, termasuk pertumbuhan Pedagang Kaki Lima (PKL), menjadi bagian dari dinamika perkotaan yang perlu pemerintah kelola melalui penataan ruang yang lebih baik," tegasnya.
Deni juga menambahkan, untuk menjawab temuan tersebut, PSC menyusun lima rekomendasi strategis yang saling berkaitan sebagai arah kebijakan pembangunan perkotaan di kabupaten Jember. "Untuk aspek mobilitas perkotaan, seperti kemacetan, perlu adanya pengembangan sistem transportasi yang lebih terpadu melalui penataan kawasan parkir, pengaturan kawasan PKL, rekayasa lalu lintas, serta peningkatan kualitas infrastruktur pejalan kaki. Pendekatan ini lebih efektif dibandingkan pendekatan bersifat parsial, karena aktivitas perekonomian masyarakat tetap dipertimbangkan," jelasnya.
"Untuk mengurangi resiko banjir, PSC merekomendasikan penguatan sistem drainase berkelanjutan melalui normalisasi saluran air, pembangunan sumur resapan, peningkatan kapasitas drainase, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran lingkungan. Terkait pengelolaan sampah, PSC mendorong perubahan pendekatan dari pengangkutan menuju pengelolaan sejak dari sumbernya," ungkapnya.
Deni juga memaparkan, untuk sektor perekonomian, PSC memandang stabilitas harga kebutuhan pokok perlu ada penjagaan melalui penguatan distribusi pangan, pemantauan harga secara berkala, peningkatan cadangan pangan daerah, serta perluasan kerja sama antar daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menekan gejolak harga. "Untuk aspek keamanan lingkungan, PSC merekomendasikan penguatan sistem keamanan berbasis masyarakat melalui revitalisasi pos keamanan lingkungan (pos kamling), peningkatan patroli di daerah rawan, pemanfaatan teknologi pendukung, serta pelibatan pemuda dan komunitas dalam program pencegahan kriminalitas dan edukasi keamanan," pungkasnya. (Endang).
