Foto Bupati Jember, Gus Fawait. (Dok-Endang).
Jember, Radarargopuro.com - Pemerintah Kabupaten Jember resmi mengoperasikan 126 tim Homecare untuk memberikan layanan kesehatan langsung ke rumah masyarakat kurang mampu.
Program yang diluncurkan Bupati Jember Muhammad Fawait di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026), itu digadang-gadang menjadi model pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah di Indonesia.
Peluncuran Homecare menjadi langkah lanjutan setelah Pemkab Jember menuntaskan program Universal Health Coverage (UHC) yang menjamin pembiayaan kesehatan masyarakat melalui BPJS Kesehatan.
Bupati Muhammad Fawait mengatakan, hasil evaluasi pemerintah menunjukkan persoalan masyarakat bukan lagi sebatas biaya pengobatan.
Banyak warga miskin yang tetap tidak berobat karena tidak memiliki biaya transportasi, tidak mampu meninggalkan anggota keluarga di rumah, hingga kondisi fisik yang tidak memungkinkan datang ke fasilitas kesehatan.
"Kami kemudian berpikir, kalau masyarakat tidak bisa datang ke layanan kesehatan, maka layanan kesehatan yang harus mendatangi masyarakat," ujar Fawait.
Melalui program tersebut, setiap tim Homecare akan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis di rumah pasien. Jika ditemukan penyakit yang membutuhkan penanganan lanjutan, tenaga kesehatan akan menghubungkan pasien dengan dokter umum maupun dokter spesialis melalui layanan telemedisin.
Pemkab Jember juga menyiapkan armada operasional dengan memanfaatkan kendaraan dinas yang dialihkan fungsinya.
Selain mendukung kunjungan tenaga kesehatan, kendaraan tersebut juga akan digunakan mengantar pasien kurang mampu pulang ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Fawait menegaskan, Homecare merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi kesenjangan pelayanan kesehatan antara masyarakat mampu dan masyarakat miskin.
"Selama ini dokter keluarga identik dengan masyarakat mampu. Melalui Homecare, kami ingin masyarakat kurang mampu juga mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama," katanya.
Anggota DPR RI Kawendra Lukistian menilai langkah Pemkab Jember merupakan inovasi yang layak menjadi contoh bagi daerah lain. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
"Ini bukan hanya pelayanan kesehatan, tetapi bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang paling membutuhkan," ujarnya.
Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, menyebut Homecare memiliki nilai strategis karena kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka kemiskinan.
Menurutnya, masyarakat yang sehat memiliki produktivitas lebih baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, BP Taskin berharap inovasi yang dilakukan Pemkab Jember dapat menjadi pilot project bagi pemerintah daerah lainnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Oktavianus, Sp.P., FISR, mengatakan Homecare sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat layanan kesehatan primer dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui program ini, Pemkab Jember menargetkan masyarakat miskin, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko, hingga penderita penyakit kronis dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani persoalan akses maupun biaya transportasi. (Endang).
