Foto Bupati Jember, Gus Fawait (paling kiri, kemeja putih) saat meninjau pembangunan jaringan irigasi. (Dok-istimewa).
Jember, Radarargopuro.com - Pemerintah Kabupaten Jember terus mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Jember Muhammad Fawait di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Senin (13/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait meninjau pembangunan jaringan irigasi, program Optimalisasi Lahan (Oplah), hingga rencana peningkatan akses jalan yang menjadi penunjang aktivitas pertanian masyarakat.
Menurutnya, kondisi infrastruktur pertanian di Jember masih menjadi pekerjaan besar. Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 70 persen sarana pendukung pertanian memerlukan perbaikan sehingga dibutuhkan percepatan pembangunan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Pemkab Jember bersama Kementerian Pertanian telah menjalankan program Optimalisasi Lahan secara bertahap. Pada 2025 program tersebut menjangkau sekitar 4.410 Hektare lahan, sedangkan pada 2026 bertambah sekitar 7.070 Hektare. Dengan total lebih dari 11 ribu Hektare, lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami sekali dalam setahun diharapkan mampu ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali musim tanam.
Selain optimalisasi lahan, pemerintah juga membangun jaringan irigasi di sejumlah titik yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air. Di Desa Wonojati, pembangunan saluran irigasi akan mendukung areal Oplah seluas sekitar 20 hektare agar distribusi air lebih merata dan produktivitas sawah meningkat.
"Ini bukan sekadar konsep atau rencana. Programnya sudah berjalan di lapangan. Tujuannya agar hasil panen meningkat, petani semakin sejahtera, dan Jember semakin memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional," kata Gus Fawait.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pertanian yang dinilai memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Jember.
Gus Fawait menambahkan, hasil pembangunan mulai terlihat. Produksi padi Jember pada 2025 berhasil membawa daerah ini kembali masuk tiga besar penghasil padi di Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, akan terus memperbaiki infrastruktur pertanian agar capaian tersebut dapat terus ditingkatkan.
Tak hanya sektor pertanian, kunjungan tersebut juga membawa kabar baik bagi masyarakat Desa Wonojati. Pemkab Jember akan membangun jalan sepanjang 1.324 Meter dengan anggaran sekitar Rp1,48 miliar yang dilengkapi penerangan jalan umum (PJU).
Kepala DPUPR Kabupaten Jember Arif Liyantono mengatakan proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026 dengan waktu pelaksanaan sekitar tiga bulan.
Sementara itu, Kepala Desa Wonojati, Abdurrahman, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, jalan yang akan diperbaiki merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Wonojati, Seruni, dan Jatisari, sekaligus menjadi jalur utama masyarakat menuju sekolah, pasar, dan lahan pertanian.
Ia berharap pembangunan jalan dan jaringan irigasi tersebut mampu memperlancar aktivitas masyarakat, menekan biaya distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan warga Desa Wonojati. (Endang).
