Foto saat Gus Fawait menemui warga kecamatan Mayang di acara Bunga Desaku. (Dok-Endang).
Jember, Radarargopuro.com - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas kemudahan pelayanan publik bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat menghadiri kegiatan Bunga Desaku bersama kelompok pengajian dan guru ngaji di Kantor Kecamatan Mayang, Rabu (22/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa seluruh layanan administrasi kependudukan harus semakin mudah diakses masyarakat.
Ia meminta warga tidak ragu menyampaikan keluhan apabila menemui kendala dalam pengurusan dokumen kependudukan melalui kanal Wadul Guse maupun hotline Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).
"Kami ingin memastikan pelayanan administrasi kependudukan berjalan cepat dan tanpa hambatan. Jika ada kendala dalam pelayanan, silakan laporkan melalui Wadul Guse agar segera kami tindak lanjuti," ujar Gus Fawait.
Bupati juga menegaskan bahwa Dispendukcapil telah menyediakan layanan jemput bola bagi masyarakat yang tidak dapat datang langsung ke kantor pelayanan, seperti lansia, penyandang disabilitas, maupun warga yang sedang sakit di rumah atau rumah sakit. Petugas akan mendatangi warga untuk melakukan perekaman maupun pengurusan dokumen kependudukan.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa melalui program PETA CINTA (Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan) masyarakat kini dapat mengurus KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, dan dokumen kependudukan lainnya di kantor kecamatan masing-masing.
Namun demikian, Bambang menegaskan bahwa pelayanan yang berkaitan dengan perubahan data penting, seperti perubahan nama atau data yang memerlukan penetapan pengadilan, tetap diproses melalui Dispendukcapil.
Ia menambahkan, kini masyarakat tidak lagi harus datang sendiri ke Pengadilan Negeri Jember untuk mengurus penetapan tersebut. Permohonan cukup diajukan di Kantor Dispendukcapil, selanjutnya akan difasilitasi hingga proses persidangan yang digelar secara berkala di kantor Dispendukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri Jember tanpa dipungut biaya.
Di sektor kesejahteraan masyarakat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Jember, Nurul Hafid Yasin, menyampaikan bahwa penyaluran insentif guru ngaji telah tuntas di Kecamatan Mayang dan kini disalurkan secara langsung melalui balai desa agar penerima tidak perlu mengantre.
Menurutnya, jumlah penerima insentif guru ngaji tahun 2026 meningkat menjadi sekitar 21.400 orang, naik dibanding tahun sebelumnya yang sekitar 17 ribu orang.
Selain menerima insentif, para guru ngaji juga memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan serta kesempatan bagi putra-putrinya mengikuti jalur khusus Beasiswa Cinta untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Fawait kembali mengingatkan masyarakat bahwa seluruh warga ber-KTP Jember kini dapat memperoleh layanan berobat gratis sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga meminta para tokoh agama dan guru ngaji ikut menyosialisasikan berbagai program pemerintah, termasuk layanan kesehatan gratis, kemudahan administrasi kependudukan, serta program beasiswa bagi keluarga guru ngaji dan ketua kelompok pengajian.
Menurut Bupati, berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (Endang).
