Dari Dapur Gizi ke Penguatan Ekonomi Desa, SPPG Wringinagung Buka Peluang Kerja bagi Warga

Foto aktivitas di SPPG MBG Wringinagung kecamatan Jombang. (Dok-istimewa). 

Jember, Radarargopuro.com - Program pemenuhan gizi yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat. Di balik operasional dapur tersebut, program ini juga menjadi sumber penghidupan baru bagi puluhan warga desa.

Sebanyak 49 personel saat ini terlibat dalam kegiatan SPPG Wringinagung. Dari jumlah tersebut, 46 orang berstatus relawan, sementara tiga lainnya merupakan tim inti yang bertugas sebagai Kepala SPPG, akuntan, dan pengawas gizi.

Kepala SPPG Wringinagung, Harun Al Rasyid, mengatakan bahwa seluruh tenaga relawan direkrut dari lingkungan desa setempat. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk menghadirkan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar.

"Semua relawan berasal dari Desa Wringinagung. Kami ingin keberadaan SPPG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi gizi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga," ujarnya.

Ia menjelaskan, proses seleksi relawan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi calon pekerja. Prioritas diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah berdasarkan data desil kesejahteraan.

Pendekatan tersebut dilakukan agar peluang kerja yang tersedia benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan tambahan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain aspek ekonomi, setiap relawan diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk pemeriksaan kesehatan. Langkah ini dinilai penting karena seluruh aktivitas berkaitan langsung dengan pengolahan dan penyajian makanan yang harus memenuhi standar kebersihan serta keamanan pangan

"Karena bekerja di dapur pelayanan gizi, kesehatan relawan menjadi perhatian utama. Standar higiene dan sanitasi harus dijaga agar kualitas makanan tetap terjamin," kata Harun.

Lanjut Harun, keberadaan SPPG pun mulai membawa perubahan bagi sebagian warga. Banyak relawan yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani, buruh bangunan, pekerja serabutan, hingga tidak memiliki pekerjaan tetap, kini memperoleh penghasilan tambahan yang membantu menopang ekonomi keluarga, pungkasnya.

Layla, salah satu relawan, mengaku pekerjaannya di SPPG memberikan kontribusi besar terhadap kebutuhan rumah tangganya. Dengan suami yang bekerja sebagai buruh bangunan, pendapatan tambahan dari SPPG menjadi penopang ekonomi keluarga.

Sementara itu, Mia, relawan lainnya, menilai keberadaan SPPG sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Sebagai orang tua yang harus memenuhi kebutuhan keluarga, ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut.

"Program ini sangat membantu kami. Semoga bisa terus berjalan karena banyak warga yang merasakan manfaatnya," ujarnya.

Melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah, SPPG Wringinagung kini tidak hanya menjadi pusat pelayanan gizi, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi desa yang memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar. (Endang).

Lebih baru Lebih lama
Radar Argopuro com