Foto Bupati Jember, Gus Fawait saat sosialisasi program Pemkab Jember dan serap aspirasi di even Bunga Desaku. (Dok-Endang).
Jember, Radarargrgopuro.com - Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, memanfaatkan kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6/2026), untuk bersilaturahmi sekaligus menyosialisasikan berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember kepada pelaku UMKM, kelompok tani, kepala desa, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau seluruh pelosok Kabupaten Jember melalui program Bunga Desaku.
"Kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung aspirasi warga sekaligus menyampaikan berbagai program yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya.
Salah satu program yang disampaikan adalah layanan administrasi kependudukan.
Menurutnya, saat ini masyarakat dapat mencetak KTP elektronik langsung di kantor kecamatan tanpa harus datang ke kantor Dispendukcapil, karena ketersediaan blanko KTP di Kabupaten Jember telah terpenuhi.
Selain itu, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC). Warga ber-KTP Jember yang BPJS Kesehatannya belum aktif dapat segera mengurus aktivasi melalui puskesmas sehingga tetap memperoleh layanan kesehatan tanpa biaya, termasuk pemeriksaan kehamilan dan persalinan.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, Pemkab Jember juga mengoptimalkan kanal pengaduan Wadul Gus'e sebagai sarana masyarakat menyampaikan berbagai keluhan terkait pelayanan pemerintah.
Di sektor pertanian, Gus Fawait menyampaikan bahwa Pemkab Jember mengalokasikan anggaran sekitar Rp312 miliar guna mendukung pembangunan infrastruktur pertanian, pengadaan alat dan mesin pertanian, serta peningkatan produktivitas petani. Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada petani melalui peningkatan subsidi pupuk dan harga gabah.
Sementara bagi pelaku UMKM, Pemkab Jember terus menyiapkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan gerobak usaha, fasilitasi sertifikasi halal, pendaftaran merek dagang, hingga program subsidi bunga pinjaman usaha yang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027.
Pada sektor pendidikan, pemerintah daerah juga menyiapkan program bantuan seragam sekolah bagi siswa yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027.
Menutup sambutannya, Gus Fawait mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan pasca-Pemilu dan Pilkada. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan.
"Mengkritik pemimpin adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai berubah menjadi caci maki. Mari kita bangun budaya saling menghormati dan bersama-sama membangun Jember yang lebih baik," pungkasnya. (Endang).

