Foto Gus Bupati Fawait saat penyampaian terobosan Pemkab Jember di acara Pro Gus'e Spesial di kantor kecamatan Jenggawah. (Dok-istimewa).
Jember, Radarargopuro.com - Gus Bupati Jember, H Muhammad Fawait terus membuat terobosan untuk meningkatkan eksistensi Jember dan mempermudah pelayanan bagi masyarakat Jember.
Senin (05/01/2026), Gus Bupati Jember dengan didampingi Pj Sekda Jember, Kadispendukcapil Jember, TP3D, kepala OPD dan sejumlah Camat / Lurah se kabupaten Jember launching integrasi wisata pantai Papuma - Watu Ulo dan pencetakan dokumen Administrasi dan Kependudukan (Adminduk) di masing-masing kecamatan di wilayah kabupaten Jember.
"Acara Program dan Progres Gus Bupati Jember (Pro Gus'e) kali ini spesial, salah satunya memberikan gebrakan baru kabupaten Jember untuk memberikan pelayanan publik spesial di masing-masing kecamatan," ungkap Gus Bupati Fawait, di pendopo kecamatan Jenggawah, Senin (05/01/2026).
Lanjut Gus Bupati, Jember akhirnya berhasil mengintegrasikan tempat wisata pantai Papuma dan Watu Ulo dengan sistem pembayaran satu pintu sejak 2 Februari 2026, setelah Pemkab Jember meyakinkan pemerintah pusat (Perhutani - red).
"Pengunjung saat ini bisa masuk lokasi wisata ikonik Jember, yakni Watu Ulo dan pantai Papuma hanya dengan satu tiket masuk dengan harga terjangkau, yakni hanya 12.500 Rupiah," tegasnya.
Gus Bupati juga menyampaikan, dengan adanya integrasi wisata pantai Papuma dan Watu Ulo, pengunjung yang hadir akan semakin banyak, sehingga ada multi player effect di sektor perekonomian, terutama pengentasan kemiskinan di wilayah pinggir pantai.
"Selama dua hari pemberlakuan tiket masuk wisata terintegrasi pantai Papuma dan Watu Ulo, pengunjungnya tembus 20 ribu lebih, ini rekor pengunjung tertinggi dalam sejarah," tuturnya.
Gus Bupati juga mengatakan bahwa kesuksesan lonjakan pengunjung wisata integrasi juga berkat kolaborasi seluruh elemen OPD dan masyarakat.
"Namun kami masih akan terus melakukan inovasi maupun perbaikan, sebab banyak masukan bagi melalui saya maupun aplikasi Wadul Gus'e terkait kekurangan di lapangan. InsyaAllah Pemkab Jember dan Perhutani berkomitmen untuk memperbaiki dan membuat pantai Papuma dan Watu Ulo lebih baik lagi kedepannya," ucapnya.
Fawait juga menambahkan, Pemkab Jember juga akan terus menyelesaikan destinasi wisata lain di Jember agar lebih baik lagi, sehingga berdampak pada pertumbuhan perekonomian masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Foto antusiasme masyarakat kecamatan Jenggawah saat launching program Peta Cinta. (Dok-istimewa).
"Adapun gebrakan kedua Pemkab Jember yakni mempermudah pelayanan pembuatan dokumen Adminduk, seperti KK, KTP elektronik, KIA di masing-masing kecamatan, selain kecamatan kota," ungkapnya.
"Hal ini bertujuan agar mempermudah masyarakat Jember yang berada di pedesaan, bahkan di pelosok-pelosok untuk mengurus dokumen Adminduk," paparnya.
Gus Bupati menyampaikan jika pembuatan dokumen Adminduk untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Jember di pedesaan atau di pelosok-pelosok agar lebih efisiensi waktu maupun biaya.
"Kedepannya tidak ada lagi keluhan terkait persoalan kepengurusan dokumen Adminduk, sebab sudah ada program Pelayanan Tuntas Cetak KK dan KTP di kecamatan (Peta Cinta)," tegasnya.
Gus Bupati menambahkan, Kantor Dispendukcapil Jember menyediakan dua orang petugas beserta sarana dan prasarananya di tiap - tiap kecamatan.
"Bagi masyarakat Jember di wilayah kecamatan kota bisa mengurus dokumen Adminduk di kantor Dispendukcapil," jelasnya.
Bupati Fawait juga memaparkan bahwa sejak tahun 2019 hingga 2025, kantor Dispendukcapil Jember kekurangan blanko KTP elektronik sebanyak 60 ribu keping.
"Maka di akhir tahun 2025, Pemkab Jember berhasil menyediakan 68 ribu keping KTP elektronik, secara teori tidak boleh lagi ada masyarakat Jember yang mengeluh kekurangan blanko KTP elektronik," pungkasnya.
Sementara Bambang Saputro, Kadispendukcapil Jember mengatakan dengan adanya launching program Peta Cinta, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait pentingnya kepengurusan dokumen Adminduk.
"Kami berharap masyarakat agar terus menjaga dan merawat KTP elektroniknya agar tidak rusak atau hilang. Alhamdulillah di akhir tahun 2025, tiga persoalan yakni kurangnya SDM, sarana dan prasarana serta blanko KTP elektronik di tiap kecamatan sudah terpenuhi," pungkasnya. (Red).

