Foto saat PMI Jember gelar Sibat. (Dok-istimewa).
Jember, Radarargopuro.com - PMI Jember kembali menguatkan ketangguhan kesiapsiagaan bencana hingga tingkat desa kembali pada Sabtu pagi ( 18/04/26). PMI menggelar orientasi pertolongan pertama di dua desa yakni desa Puger Wetan, kecamatan Puger dan desa Kepanjen, kecamatan Gumukmas.
Orientasi yng digelar serentak tersebut masing masing dihadiri oleh 25 peserta SIBAT atau Siaga Bencana Berbasis Masyarakat yang merupakan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan berfokus pada kesiapsiagaan bencana di tingkat desa/kelurahan.
Orientasi pertolongan pertama oleh anggota SIBAT sangatlah dibutuhkan untuk menyelamatkan korban bencana lebih awal sebelum bersangkutan dievakuasi ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program School and Community Resilience (SCR) kerjasama PMI Jember dengan Japanese Red Cross Society (JRCS).
"Relawan SIBAT terus mendapatkan pelatihan agar mereka memiliki kemampuan serta memahami apa yang harus dilakukan pertama kali jika terjadi bencana, terlebih dengan karakteristik Desa Kepanjen yang berada di bibir pantai dan rawan bencana tsunami," ungkap H. Mukhlas, Ketua SIBAT Desa Kepanjen.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua PMI Kabupaten Jember, Aep Ganda Permana, menjelaskan bahwa orientasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus pemantapan kemampuan teknis relawan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang seirama antara masyarakat dan pemerintah daerah.
"Program SCR ini diharapkan bisa mencetak relawan yang mampu menularkan ilmunya kepada saudara dan masyarakat sekitar. Bupati Jember juga telah mengimbau agar ada kolaborasi yang kuat dari tingkat pemerintah kabupaten hingga ke desa. Jangan sampai saat terjadi bencana, kita jalan sendiri-sendiri," tegas Aep.
Pelatihan dan orientasi lapangan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Selama kegiatan, relawan akan dibekali materi teori serta praktik simulasi penanganan korban guna meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah pesisir Jember Selatan. (Red)
